Menguji Adrenalin dari Irung Petruk

Borobudur Links | Juli 15, 2009 | 17.43 wib | Label: networking, Tourism


Oleh Djaka Soerasa
Ingin menguji andrenalin anda? Wahana Flying Fox Irung Petruk, yang berada di antara lereng Gunung Merapi-Merbabu, Selo, Boyolali bisa menjadi pilihan yang cukup menantang. Lintasan yang ditawarkan pun cukup panjang, yakni 286 meter dan 198 meter. Konon terpanjang dibanding lintasan lain yang ditawarkan di sejumlah objek wisata di tanah air.

Flying Fox Irung Petruk itu berbeda dengan yang ditawarkan di sejumlah objek wisata lainnya. Tak hanya lintasan yang sangat panjang. Lokasinya pun cukup menantang. Terpakan angin gunung yang ikut menyongsong saat meluncur di atas tali semakin melengkapi uji anderenalin anda. Bagai terbang melintasi areal ladang yang membatang di bawah tebing merupakan pengalaman yang cukup mengasyikan.

Meski cukup menantang, namun permainan ini sebenarnya aman, mengingat sebelum meluncur telah dibekali dengan perlengkapan keselamatan yang memadai. Setiap peluncur wajib mengenakan back harness atau seat harness dan carabiner sehingga dapat memperagakan gerakan Spider style dan Superman style seperti yang biasa dilihat melalui layar kaca.

Selo tetap menyimpan banyak potensi wisata alam yang cukup mengagumkan. Kawasan itu menjadi bagian pengembangan pariwisata yang dilakukan oleh Pemprov Jateng. Jalur Solo-Selo-Borobudur (SSB) merupakan salah satu terobosan untuk mengembangkan berbagai objek wisata unggulan di Jateng, khususnya di tiga daerah, yakni Solo, Selo (Boyolali) dan Borobudur (Magelang)

Sayang pengembangan wisata alam yang berada di antara Merapi-Merbabu itu kurang maksimal. Jalur SSB yang diharapkan dapat mengundang wisatawan mancanegara berkunjung ke Candi Borobudur tanpa harus singgah di Jogja ternyata juga kurang diminati. Wisatawan mancanegara lebih memilih singgah di Jogja dulu dibanding di Solo baru melanjutkan ke Candi Borobudur. Padahal untuk menunjang jalur wisata itu, Pemprov Jateng telah mengeluarkan dana yang cukup besar.

Terlepas dari kenyataan itu, kawasan Selo tetap mengundang daya tarik, terutama bagi yang mencintai petualangan di alam bebas. Udara segar nan dingin selalu berhembus di kawasan itu. Dari kawasan itu pula, mereka bisa melakukan pendakian ke Gunung Merapi maupun Merbabu. Jalur Selo konon cukup aman bagi pendaki pemula. Untuk menuju puncak Merbabu cukup melewati jalan setapak yang telah ada. Berbeda dengan jalur ke Merapi yang relatif sulit. Mengingat Merapi tergolong gunung api teraktif di dunia sehingga jalur menuju puncak Garuga seringkali tertutup oleh letusan lava.

Setiap Sabtu-Minggu maupun hari libur, Selo juga menjadi’ jujugan’ bagi para pendaki yang ingin menaklukkan puncak Merapi maupun Merbabu. Mereka yang datang berasal dari berbagai kota di Indonesia. Banyak wisatawan asing yang penasaran ingin menginjakkan kaki di puncak Garuda-puncak tertinggi Gunung Merapi.

Keberadaan wahana fying fox semakin menambah daya tarik. Lokasi yang cukup strategis. Berada di jalur tikungan Irung Petruk, atau di tepi jalan raya Selo-Boyolali sangat mudah ditemukan. Tak jarang, mereka yang kebetulan melintas di jalan raya menuju kawasan pendakian Gunung Merapi-Merbabu pun banyak yang tertarik untuk mencobanya

Widy, pengelola wahana fying fox di kawasan itu mengungkapkan pengunjung yang datang ke Selo terus meningkat sejak beberapa pekan terakhir ini. Khususnya pada Sabtu-Minggu serta hari libur. Mereka yang datang ke Selo dengan tujuan beragam. Ada yang sekedar jalan-jalan sambil menikmati udara segar, mendaki gunung atau mencoba flying fox.

Bekalangan flying fox sangat diminati oleh pengunjung yang sekedar jalan-jalan atau berlibur di kawasan lereng Merapi-Merbabu. Untuk hari biasa, Senen hingga Jumat rata-rata 30 orang mencoba permainan itu. Hari Sabtu berkisar antara 50 sampai 100 orang dan Minggu serta hari libur bisa mencapai 200 orang.Tarifnya pun tidak mahal. Yang panjang Rp 15 ribu untuk hari biasa dan Rp 20 ribu untuk hari Sabtu-Minggu serta libur. Lintasan yang pendek lebih murah, hanya Rp 10 ribu untuk hari biasa, sedang Sabtu-Minggu serta libur Rp 15 ribu. (***)



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 
  • 1st
  • 2nd
  • 3rd
  • 4th
  • 5th

Home | Mobile Version | Seni dan Budaya | Manusia Kreatif | Acara dan Berita | Festival 5 Gunung | Networking | Wisata
(c) 2013-2016 Modus Getar | Powered by Day Milovich