Pameran Lukisan Terbuka Meriahkan BIF

Borobudur Links | Juli 16, 2009 | 09.57 wib | Label: art and culture, Event and News, Tourism


oleh Sholahuddin al-Ahmed

Biasanya sebuah pameran senirupa dilangsungkan di galeri, dalam ruang dan lampu sorot khusus, tapi di Borobudur ini dilangsungkan di tanah lapang kaki candi dengan terik matahari kemarau dan sekidikit semilir angin bukit menoreh.

Untaian kata itu diungkapkan, Sastrawan Remy Sylado, saat membuka pemerang lukisan di Taman Lumbini, kaki Candi Borobudur, Kabupaten Magelang. Pameran yang digelar Komunitas Seniman Borobudur Indonesia (KSBI) bertajuk ‘’Sang Raja’’.

Pameran itu merupakan rangkaian Borobudur Internasional Festival (BIF) digelar 15-20 Juli 2009. Masing-masing lukisan dipasang dibawah payung hitam, dibuka untuk umum mulai pagi hingga malam hari.

‘’Dalam karya mereka kita bisa melihat sebuah semangat yang merupakan gairah dari pencarian dan penemuan kebudayaan kontemporer,’’kata Remy.

Dikatakannya, kebudayaan kontemporer yang maujud di sini adalah bagaimana melintasi progresi dalam tradisi Barat yang tipikal mengandalkan sisi-sisi logika, dengan sikap lestari dalam tradisi timur. Yang semuanya sangat tipikal pada acuan emosi, intuisi atau dalam bahasa Jawa ‘’Roso Saleh’’.

Ketua Panitia Pameran, Dedy PAW, mengatakan tajuk raja tak hanya menunjukkan kekuasaan saja, tapi dibelakang raja ada warna lain yakni para selir. Multi tafsir ini akan memberikan pengayaan pada pameran kali ini.

Menurut Ketua Umum KSBI Umar Khusaeni, tajuk pameran itu sebagai refleksi atas jiwa kepemimpinan setiap orang. Terlepas dari persoalan politik, ini murni sebuah karya kesenian.

‘’Kepemimpinan itu personal bukan semata-mata menyangkut mereka
yang berkuasa, kami merefleksikan melalui pameran seni rupa di ruang
terbuka dalam tema Sang Raja,’’katnya.

Menurutnya, ini merupakan satu rangkai BFI yang digelar Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dengan dipusatkan di kompleks Candi Borobudur pada 16-20 Juli 2009. Namun pihaknya membentuk pantia sendiri dalam pagelaran pameran itu.

Sekitar 150 seniman seperti pelukis, perupa, dan pemusik dari sejumlah kota, katanya, bakal terlibat dalam pameran Sang Raja itu. Berbagai karya yang disuguhkan kepada masyarakat termasuk wisatawan Candi Borobudur antara lain lukisan, seni instalasi, performa seni, patung, kolaborasi musik, orasi budaya, dan pembacaan puisi.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 
  • 1st
  • 2nd
  • 3rd
  • 4th
  • 5th

Home | Mobile Version | Seni dan Budaya | Manusia Kreatif | Acara dan Berita | Festival 5 Gunung | Networking | Wisata
(c) 2013-2016 Modus Getar | Powered by Day Milovich